KEPERCAYAAN ITU MAHAL HARGANYA
hello guys.
kali ini saya akan membahas topik diluar postingan sebelumnya yang banyak menceritakan kisah hidupku yang gak penting buat aku tulis di blog ini, hahaha
ya, aku akan menulis sebuah postingan yang kiranya sangat vital dalam kehidupan ini,
yaitu... "KEPERCAYAAN ITU MAHAL HARGANYA".
Okey saya akan memulainya pada suatu contoh sosial,
"jika anda berada di stasiun kereta api disebuah kota yan baru anda datangi, tiba2 anda didatangi oleh orang yang tidak anda kenal sebelumnya, dan orang itu meminta bantuan anda dengan cara meminjamkan hp/telepon genggam anda kepada orang itu untuk keperluan menelepon kerabatnya agar orang tersebut bisa dijemput di stasiun kereta itu, dan pada saat itu hp orang itu sudah mati karena lowbat, dan orang itu sangat butuh komunikasi agar orang tersebut bisa menemui orang yg dimaksud, jika saya jelaskan disini, orang tersebut berpenampilan sangat jauh dari kerapian, rambut gondrong, celana jeans belel, dan wajah khas wajah preman, dan saat ini hp anda adalah hp yang sangat mahal, yaitu iPhone 5, dan disinilah hati nurani anda akan diuji,"
1) Apakah kamu akan menolong orang itu dengan meminjamkan iPhone 5 yang mahal itu tanpa takut hp anda akan dicuri atau kemungkinan lainnya anda akan di-GENDAM (dihipnotis).
*dengan hal ini anda dikatakan sebagai orang yang percaya kepada orang ini tanpa takut terjadi apa-apa pada diri anda*
2) Apakah anda akan menolak untuk meminjamkan iPhone anda kepada orang ini, dan anda memilih pindah menjauh dari orang ini sambil mengucapkan sepatah doa untuk meminta perlindungan dari gangguan preman stasiun
*dengan hal ini anda dikatakan sebagai orang yang TIDAK percaya kepada orang ini, karena anda dihantui rasa cemas dan ketakutan lantaran anda tidak mengenali orang ini dan anda melihat penampilan "sangar" orang ini, dan tidak melihat kebersihan hati orang ini yang tidak ada maksud tertentu untuk melakukan kejahatan*
Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa sebagian dari pembaca blog ini ( kalo ada yg mbaca ) bahwa sebanyak 98% dari kalian memilih opsi nomer 2....
dan sisanya yang memilih opsi nomer 1 adalah orang2 yang terlampau baik hatinya, atau bisa jadi orang2 ini adalah orang yang merupakan tokoh agama seperti pendeta, kiai, ustadz, romo,dll, atau bisa jadi orang2 ini adalah orang yang 'super kaya" yang bila hp nya di curi oleh orang tersebut tanpa bingung masih bisa beli lagi.
naaaah, itulah guys, kenapa aku bilang KEPERCAYAAN ITU MAHAL HARGANYA, dari contoh diatas ya mahalnya semahal HP iPhone mu itu...
Pada jaman sekarang, bisa dibilang dalah jaman dimana untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain sangat susah sekali.
sering kan kalian susah banget dapet kepercayaan dari ortu kalian, teman, atau bahkan teman dekat kalian, pacar *kalo punya* :v, tetangga, sodara, dll..
ya itulah kenapa jaman sekarang dibilang jaman "krisis kepercayaan"
Saya mengambil kasus real dari klub kesayangan saya MANCHESTER UNITED
pada tahun 1986 United memilih Alex ferguson sebagai pelatih pada jaman itu, mengapa United memilih ferguson untuk melatih klub sekelas manchester united yang sudah 20 tahun lebih tak memenagi gelar liga inggris (pada saat itu disebut divisi 1)???
jawabannya adalah karena pihak manajemen United PERCAYA kepada Ferguson untuk melatih United karena Ferguson bukan pelatih sembarangan karena tercatat pernah menjarai liga skotlandia bersama Aberdeen.
ya United percaya karena ferguson punya background pelatih jawara dan sudah diakui kualitas nya,
lalu apakah jika ferguson tidak memiliki background juara dalam CV nya apakah United akan meminangnya sebagai pelatih??
*okey back to the point*
Namun sejak ferguson mulai melatih United harapan manajemen tak sesuai kenyataan, dimusim pertamanya prestasi yang diraih jauuuuh dari harapan, dimusim pertamanya MU harus berada diposisi 11 di klasemen, sebuah prestasi yang boleh dibilang buruk mengingat ferguson adalah pelatih dengan kualitas juara,
karena prestasi yang buruk tersebut Kepercayaan MU dan ribuan fans yang disebut Manchunian kepada Ferguson
pun mulai surut. Puncaknya ketika memasuki musim 1989-1990.
bayangin aja 5 tahun kebersamaan Ferguson bersama MU baru bisa ngerasain gelar pada tahun 1990.
mengapa Manajemen MU tak memecat ferguson yang sudah tak memberikan hasil maksimal selama 5 tahun awal kepelatihannya??
ya manajemen bahkan sudah memiliki rencana untuk memecat ferguson karena pihak klub sudah KEHILANGAN KEPERCAYAAN terhadap ferguson, namun hal itu sempat ditolak oleh pimpinan MU pada saat itu memberikan kepercayaan terakhir kepada Ferguson untuk melatih MU, hasilnya???
satu gelar penyelamat United yaitu piala FA pada tahun 1990 yang menyelamatkan karirnya dari pemecatan...
kalian lihat kan?? masih ada orang percaya kepada Ferguson waktu itu.
satu KEPERCAYAAN pada 1990 terbayar lunas, pada musim ketujuhnya bersama MU sukses meraih piala liga inggris pada tahun 1992-1993, dan merupakan juara pertama dalam format liga baru yaitu English Premiere League, sampai akhirnya di tahun 1998-1999 MU sukses meraih treble winners (champion, EPL, FA) dan sampai saat ini tak terhitung jumlah piala dan prestasi dan rekor yang sudah dibuat ferguson bersama MU dan menjadikan MU sebagai klub yang LUAR BIASA..
kalian bisa lihat, bagaimana KEPERCAYAAN dapat merubah segalanya, meskipun membutuhkan banyak waktu dan kesabaran tingkat tinggi.
Kepercayaan sering kali menemui resiko.. namun inilah yang akan kita lihat bagaimana kepercayaan itu bisa merubah semuanya..
Dikehidupan kalian sering kali kalian percaya sama omongan teman, sahabat, pacar *klo punya*, ortu dll, namun ada sebagian dari kalian yang sudah menjalin hubungan dengan mereka selama bertahun-tahun masih tidak percaya ama omongan dan perilaku mereka.
seperti contoh teman kamu bilang "bro aku pinjem duit 50rb dong minggu depannya aku kembaliin" kamu pinjemin, sampe akhirnya uangmu belum kembali sampe Indonesia bebas korupsi.
dan pacar kamu bilang "aku sayang kamu, aku gak akan ninggalin kamu" itu kalo omongannya benar2 terbukti ya Puji Tuhan, lah kalo ternyata abis pacar mu bilang gitu ke kamu dan kamu terbang melayang karena omongan itu ternyata pacar kamu selingkuh dan ninggalin kamu pada akhirnya?? apa gak pengen terjun kejurang kamu? trus pengen nabrakin diri ke bus sumber kenc*no yang sedang melintas??
atau kamu terpaksa harus over protect ama pacar mu biar gak selingkuh, sehingga kamu sering nge'stalk inbox nya, dan ngawasi pergaulan dengan teman lawan jenisnya. selain karena kata orang hal tersebut karena sayang, hal itu juga dilandasi karena "kurang percaya" kepada pacar sendiri..
atau kamu nih ceritanya sayang banget ma pacarmu, dan kamu percaya sepenuhnya sama pacar kamu kalo dia gak bakal selingkuh, dan ninggalin kamu, sehingga kamu gak over-protect dan gak ngebatasin pergaulannya, okey itu bagus, tapi kalo nyatanya kepercayaanmu itu ternyata tak sesuai harapan, dan malah pacar mu ketahuan selingkuh, dan akhirnya ninggalin kamu yang sudah percaya sepenuhnya ma dia?? ya ayo kita ke rumah sakit, kamu tak anterin buat suntik bius total dengan dosis diatas kewajaran biar kamu tertidur seminggu dan bangun2 dah lupa ama semuanya..
*kok daritadi mbahas pacar mulu?? emang lu punya pacar??*
huahahahahaha
Tuuuuh kaaaan, betapa berat nya bila kita menaruh kepercayaan kepada orang lain, baik orang yang sudah dekat ama kehidupan kita, maupun ama orang yang baru masuk kedalam hidup kita.
begitu juga sebaliknya, begitu beratnya kita mendapat kepercayaan dari orang terdekat kita maupun orang yang baru kita kenal..
darisitu kita dapat menarik benang merah..
bahwa.. "kedeketan kita, karakter kita, wajah kita, latar belakang kita, dan sifat kita kepada orang2 disekitar kita tetap tak mempengaruhi untuk mendapat kepercayaan dari orang lain"
karena orang lain termasuk kita adalah orang yang hanya bisa "melihat tembok" bukan yang bisa "melihat dibalik tembok"..
maka jika kita diberikan kepercayaan oleh orang lain, maka jangan sia-siakan kepercayaan itu, karena jika orang tersebut sudah tidak percaya karena anda melanggar kepercayaan itu, maka akan sulit untuk mendapatkan kepercayaan itu kembali..
karena KEPERCAYAAN ITU MAHAL HARGANYA....
sekian dan terima kasih.. :D
*berdasarkan pengalaman pribadi*