TRAGIS..
itulah kata yang bisa digambarkan setelah sang Chosen one, David Moyes dari "sang guru" Sir Alex Ferguson resmi mengakhiri jabatannya sebagai Manager Manchester United lebih cepat dari dugaan.
sebuah ekspektasi besar, sebuah sejarah yang besar tak mampu dirubah dan diteruskan oleh David Moyes selama melatih Manchester United dalam kurun waktu 10 bulan.
KAGET, PRIHATIN..
itulah yang dirasakan sang penulis setelah mendengar kabar pemecatan tersebut, saya yang mencoba menuruti kata sang guru, Sir Alex Ferguson yaitu berdiri dibelakang manager baru alias setia mendukung dikala menang, kalah, dan susah telah saya jalani. berbagai macam bullying, dan cemoohan datang dari beberapa teman sesama pecinta bola sudah dirasa kebal selama 10 bulan terakhir ini. Seperti biasanya, saya adalah orang yang mempercayai 100% seseorang yang dimana orang itu telah dianjurkan oleh orang yang lebih ahli.
namun setelah palu pemecatan berbunyi, rasa kaget bercampur prihatin pun menyelimuti saya. bagaimana tidak, seorang pelatih profesional yang telah dikontrak 6 tahun harus berhenti di bulan ke-10 di masa jabatannya. Ditambah lagi, dia sudah bekerja keras selama menangani Manchester United, sebiah kerja keras itu terlihat ketika MU sukses mengatasi lawan2 yang belum pernah dijumpai David Moyes sebelumnya, contoh saja sukses menangani Shaktar Donetsk, klub raksasa dari ukraina dengan skor 1-0, Real Sociedad dengan gaya permainan khas spanyol, dan yang paling fantastis adalah skor telak 5-0 yang dibukukan dikala melawan klub Jerman, Bayer Leverkusen..
melaju ke babak selanjutnya, membalikan skor agregat dikala melawan Olimpiakos dengan skor menjajikan 3-0 dan sukses menahan sang juara bertahan, klub dewa, klub sulit dikalahkan, Bayern Muenchen..
Sebuah torehan membanggakan mengingat David Moyes belum sekalipun mengetahui level2 tim di diluar inggris, meskipun Moyes pernah membawa everton ke UCL.
bukan hal yang buruk-buruk amat untuk seorang pelatih newbie bagi klub2 besar sebesar MU..
bandingkan dengan Massimo Allegri dan Mazzari. Lebih handal siapa?
Namun semua cerita indah itu harus ditutup rapi di dalam buku harian Moyes yang ikut terbawa saat Moyes merapikan berkas-berkas di Kantornya untuk dibawa pulang kembali ke Merseyside. Sebuah kenangan yang mungkin akan sulit dilupakan Moyes sampai akhir hayatnya.
Mungkin suatu hari dia bisa bercerita kepada cucu dan cicitnya bahwa dia pernah menangani sebuah klub besar Mnachester United dan memberikan 1 buah gelar. namun sangat mungkin dia menutup kisahnya yang tragis bersama MU.
Mungkin suatu hari dia bisa bercerita kepada cucu dan cicitnya bahwa dia pernah menangani sebuah klub besar Mnachester United dan memberikan 1 buah gelar. namun sangat mungkin dia menutup kisahnya yang tragis bersama MU.
Terima Kasih David Moyes atas segala usaha mu dalam membangun Tim ini, membawa kemenangan kedalam tim ini, tawa, dan sedih mu dipinggir lapangan selalu saya ingat, raut wajah frustasi mu selalu khas darimu, usaha mu menciptakan permainan indah sesuai style mu, dan usaha mu dalam mencegah Rooney agar tak hengkang, buat Community Shield nya..
Terima kasih Moyes.. angkat topi atas segala usaha keras mu.. Semoga sukses di klub lain.. TERIMA KASIH DAVID MOYES..
*hiks..hikss..hikkssss...*
udahan nangisnya...
Akhirnya MU pun memilih pengganti David Moyes untuk 3 laga tersisa, yaitu pemain senior MU, Ryan Joseph Giggs. Dipilih lantaran pemain yang sudah membela MU selama 20 tahun lebih dan memenangkan banyak gelar, serta merupakan pemain tertua di skuad MU yaitu 40 tahun.
dipilihnya Ryan Giggs sebagai carteker manager interim bukan berarti Giggs pensiun sebagai pemain, tetapi dia malah justru menambah kontrak nya 5 tahun untuk tetap bisa membela MU. itu artinya Giggs akan tetap bermain sampai usia 45 tahun. Bayangkan, betapa loyalitas nya pemain yang satu ini, bawa satu nama untuk menyaingi dia disini, saya rasa tak ada yang seperti dia..
Hasilnya??
skor 4-0 diciptakan anak asuh Giggs dilaga awalnya melawan Norwich city. sebuah hasil yang amat sangat luuuaaaar biaasaaaa mengingat dia adalah pelatih yang belum menyelesaikan lisensi kepelatihan UEFA nya, kasarannya dia adalah pelatih "AMATIRAN" yang pernah melatih klub dengan juara 3 kali UCL.
bukan hal yang mudah bagi pelatih "amatiran" dalam mengendalikan pemain dengan idealis tinggi dan susah diatur macam Wayne Rooney, RVP, Nani, Ferdinand.. jika tak mampu mengendalikan ruang ganti dengan pemain yang berambisi tinggi maka bukan hal yang baru lagi jika cerita AVB di Chelsea yang "diusir" para pemain senior Chelsea terulang didalam diri Ryan Giggs..
*suatu hal yang kebetulan menang 4-0*
itulah cemoohan yang datang dari fans lain..
itulah cemoohan yang datang dari fans lain..
coba kalian suruh Nil Maizar yang lebih berpengalaman dalam melatih klub dan negara diminta untuk melatih MU.. apakah bisa??
Sebuah permainan atraktif telah diperagakan oleh anak-anak Ryan Giggs. mengingatkan kita dengan permainan MU di tahun 2007-2009 yaitu memperagakan permainan penguasaan bola cepat, menyerang dan berlari, tidak terlalu menguasai bola terlalu lama di depan kotak penalty lawan tanpa melakukan tembakan kearah gawang...
itulah yang sepertinya dirindukan oleh para fans MU dalam 10 bulan terakhir ini. Apalagi formasi awal Giggs di skuad MU adalah formasi jadul, formasi lawas, yaitu 4-4-2..
dilaga tersebut MU melakukan tembakan 15x kearah gawang lawan, dan 11x on target. sebuah tembakan ke gawang paling banyak yang dilakukan MU di musim ini.
Apakah Ryan Giggs pantas melatih MU??
tunggu duluuu....
Kabarnya MU meminta Louis Van Gaal untuk menjadi Pelatih MU kedepannya, mengingat Van Gaal bukan pelatih kemaren sore. Barcelona, timnas Belanda, dan Bayern Muenchen adalah tim yang pernah ditangani sang master ini.
Jika dibandingkan dengan Ryan Giggs mungkin bagaikan "bumi dan langit", "bapak dan anak". "guru dan murid", "joko dan yanti.....aahhh mbulet"
Itulah yang mungkin dipertimbangkan oleh manajemen MU untuk merubah MU yang lebih baik dari musim ini.
Jadi siapakah yang pantas melatih Manchester United?
Ryan Giggs dengan jiwa kental "setan merah" nya atau Louis Van Gaal dengan sejarah prestasi yang membanggakan??
berikut akan saya bahas kelebihan dan kekurangan dari kedua Calon Pelatih tersebut..
taaaarrraaaa.....
.
.
.
1) sudah tercatat 23 Tahun seorang Ryan Giggs telah mengabdi sebagai pemain Manchester United, dan tak satupun niatnya untuk meninggalkan United, dan selama 23 tahun itulah dia bersama-sama menelan asam garam dan manis gula bersama sang guru, Sir Alex Ferguson. Sudah bukan hal yang asing lagi bagi Giggs dalam mengetahui selera besar sang Gaffer dalam membangun Manchester United dan mencetak kemenangan dan membuahkan gelar demi gelar. Itu artinya selama itulah Giggs sudah memahami isi otak dari Sir Alex Ferguson yang merupakan cikal bakal filosofi gaya bermain ala Manchester United. Bukan waktu yang sebentar bagi seseorang untuk menguasai sebuah ilmu dari sang guru, bahkan seorang fisikawan yang sudah belajar berbagai macam rumus dan teori selama 23 tahun, maka bukan hal yang aneh lagi orang tersebut sudah dikatakan sanga ahli Fisika. Sama halnya dengan Giggs. Jadi kelebihan pertama dari seorang Giggs adalah ORANG YANG PALING PAHAM INTERNAL, FILOSOFI DAN UNITED WAYS
2) Selama 23 tahun itulah Ryan Giggs sudah mencatat ratusan laga bersama United di kancah EPL, itu artinya sudah banyak klub-klub Inggris yang menjadi "korban" dari Giggs dan kawan-kawan. bahkan kemungkinan tak hanya tim-tim yang berlaga di EPL saja, tim-tim dari divisi 1-3 sampai tim yang sudah gak keliatan lagi wujudnya *contoh : wimbledon :v sudah pernah menjadi korban United. Itu artinya GIGGS SUDAH MEMAHAMI ATMOSFER DAN KARAKTER BERMAIN ALA TIM-TIM INGGRIS DARI SELURUH DIVISI BAWAHAN F.A
3) Usia 40 tahun adalah sebuah usia yang sangat mustahil bagi seorang pemain sepak bola yang berlaga di liga inggris dimungkinkan untuk berlari ke arah gawang dengan ancaman dari tekel-tekel bek lawan, namun usia tersebut bukan halangan bagi Giggs untuk tetap bermain, dan pihak Manajemen United pun tak pernah berpikiran untuk "merumahkan" Giggs sebagai pemain United, tetapi sosok Giggs di United saat ini dan sebelum-sebelumnya adalah sebagai seorang SENIOR, PANUTAN, GURU, & BAPAK BAGI PEMAIN BELIA untuk itulah kenapa Giggs masih diperlukan di skuad "The Red Devil". Lihat bagaimana pengaruh Giggs di laga-laga penting ketika dia dimainkan, termasuk saat final UCL 2008 di Luzhniki, karena hanya sosok Giggs lah yang mampu mengerti atmosfer laga-laga panas dan sulit
2) Selain belum berpengalamandalam melatih, Giggs pun belum teruji dalam menghadapi klub-klub se-level United atau bahkan yang diatas United, seperti Real madrid, Chelsea, Barcelona dll. Inilah yang saya takutkan dari seorang giggs, meskipun dia adalah sosok yang kaya pengalaman sebagai pemain, namun bila pengalaman tersebut gagal di-implementasikan kedalam sebuah strategi dilapangan tentu justru akan menyulitkan Giggs dan MU untuk meraih kemenangan.
3) Usia 40-41 tahun adalah termasuk usia paling muda bagi seseorang untuk melatih sebuah klub yang berisikan pemain-pemain bintang dan pemain mahal. Seprti contoh seorang Andre Villas boas yang menjadi pelatih diusia 37 tahun, dia bahkan kewalahan ketika melatih klub sebesar Chelsea karena berisikan pemain yang usia nya tak jauh beda dengan AVB, contoh saja John Terry. Akhirnya karena tak mampu mengontrol ego pemain yang "seumuran" diruang ganti maka akhirnya AVB harus diusir dari Chelsea. Sama halnya dengan Giggs jika melatih United kelak. Karena didalam Skuad United sendiri ada beberapa pemain yang usia nya mendekati Ryan Giggs, contoh : Wayne Rooney, RVP. meskipun kedua pemain tersebut hampir memasuki kepala 3 sangat beresiko bagi Giggs untuk mengontrol ego mereka diruang ganti, apalagi Rooney dan RVP adalah pemain dengan Idealisme dan gengsi tingkat tinggi. Untuk itulah yang saya takutkan adalah MASIH TERGOLONG MUDA USIA GIGGS UNTUK MELATIH DAN KESULITAN DALAM MENGONTROL PEMAIN YANG BERUSIA 30 TAHUN KEATAS LANTARAN KESENJANGAN USIA YANG BERDEKATAN
Naaaah, itulah kelebihan dan kelemahan seorang Ryan Giggs..
next.
,
,
1) *cek wikipedia* ternyata sudah 23 tahun LVG menjadi seorang pelatih, bahkan bukan tim ecek-ecek yang pernah dia latih, tercatat ada Barcelona, Bayern Muenchen, Ajax, AZ Alkmaar, dan saat ini Timnas Belanda. Sebuah bukti bahwa LVG adalah PELATIH TOP YANG PERNAH MELATIH KLUB-KLUB RAKSASA. hal inilah yang menjadi nilai tambah seorang LVG didalam CV nya. apalagi untuk melatih sebuah klub dengan ekspektasi besar seperti MU.
2) 23 tahun menjadi pelatih ditambah dengan gelar-gelar prestisius merupakan suatu nilai tambah yang membanggakan bagi seorang LVG. bukan hanya trofi liga, melainkan trofi-trofi prestisius termasuk salah satunya adalah liga champions (UCL). inilah mengapa United melirik LVG, ya karena jelas PRESTASI DAN GELAR dari seorang LVG
1 ) Sudah 23 tahun melatih klub-klub beken dan memenangi banyak gelar namun ada kekurangan yang menghinggap pada diri LVG, ya.. dia belum pernah sekalipun menjadi pelatih klub-klub inggris. sebuah kekurangan yang nampaknya harus dipertimbangkan pihak MU untuk merekrut LVG sebagai pelatih MU, apalagi di EPL adalah liga dengan kultur sepak bola yang kuat, yang terkenal dengan sebutan "kick n' rush" sebuah gaya sepak bola dengan bola-bola panjang, dan lebih mengintensifkan menyerang, tentu sudah terlihat bahwa LVG tentu kental dengan sepak bola ala "TOTAL FOOTBALL" nya. dan menjuarai banyak gelar dari 3 liga yang berbeda dengan cara tersebut, namun apakah gaya permainan tersebut sangat cocok dengan gaya bermain tim-tim inggris?? cocokah dengan filosofi United pasca peninggalan SAF?? cocok kah dengan materi pemain yang ada??
itulah yang menjadi kendala seorang LVG. APAKAH TOTAL FOOTBALL COCOK DENGAN UNITED DAN LIGA INGGRIS?
2) Ditambah lagi selain belum pernah melatih klub inggris adalah KENDALA BAHASA, PEMAHAMAN ANTAR KARAKTER PEMAIN & KARAKTER BERMAIN KLUB-KLUB INGGRIS. Dicemaskan LVG tak mampu mengontrol para pemain. Apalagi pemain yang susah diatur macam Rooney dan Luis Nani. Mungkin hanya SAF yang punya "kuasa" atas para "anak-anaknya" karena dia adalah "kepala suku" di United meskipun sudah pensiun. Apakah LVG mampu seperti SAF?
Naaah. itulah beberapa kelebihan dan kekurangan yang bisa saya sebutkan dari anatara 2 nama tersebut.
pertanyaannya :
1. siapakah yang akan dipilih keluarga Glazer selaku pemimpin M.U untuk mengarsiteki M.U kedepannya?
2. apakah keduanya mampu merubah United menjadi lebih baik dari musim ini?
3. siapkah United menerima kegagalan dalam merekrut pelatih untuk kedua kalinya?
itu semua akan terjawab tepat di bulan MEI, ditahun 2015.
dan pertanyaan itu akan terjawab mulai pekan ini, karena pihak manajemen United akan segera mengumukan siapa yang akan menjadi "juru strategi" di Old Trafford..
so liat saja akhir dari sejarah "pembangunan ulang" skuad Manchester United ini kedepannya.
WE LOVE UNITED, WE DO
segala hasil buruk, kami selaku fans layar kaca akan tetap mendukung siapa yang akan duduk dikursi nyaman berwarna merah dipinggir lapangan yang berhadapan langsung dengan tribun SIR ALEX FERGUSON STAND..
Ryan Giggs?? Louis Van Gaal??
saya sebagai penulis lebih menyukai LVG, karena reputasinya jelas terbukti dikancah internasional.
ada wacana bahwa diliriknya LVG oleh United adalah untuk mencegah RVP pergi dari United
untuk Giggs?? saya rasa dia perlu banyak belajar dulu, saya cemas dia tak kuat menghadapi tekanan mental seperti yang dialami David Moyes. Selain usianya yang masih tergolong muda untuk ukuran seorang pelatih, magnet nya untuk mendatangkan pemain-pemain mega bintang dirasa masih kurang.
untuk saat ini, Louis Van Gaal lebih pantas duduk di kuris nyaman warna merah di Old Trafford dengan Ryan Giggs yang duduk disampingnya :D
#GGMU
1. RYAN GIGGS
gantengnya om Giggs kalo pake jas almamater, *eh
Kelebihan dari seorang Ryan Giggs jika ditunjuk menjadi pelatih MU musim depan :
1) sudah tercatat 23 Tahun seorang Ryan Giggs telah mengabdi sebagai pemain Manchester United, dan tak satupun niatnya untuk meninggalkan United, dan selama 23 tahun itulah dia bersama-sama menelan asam garam dan manis gula bersama sang guru, Sir Alex Ferguson. Sudah bukan hal yang asing lagi bagi Giggs dalam mengetahui selera besar sang Gaffer dalam membangun Manchester United dan mencetak kemenangan dan membuahkan gelar demi gelar. Itu artinya selama itulah Giggs sudah memahami isi otak dari Sir Alex Ferguson yang merupakan cikal bakal filosofi gaya bermain ala Manchester United. Bukan waktu yang sebentar bagi seseorang untuk menguasai sebuah ilmu dari sang guru, bahkan seorang fisikawan yang sudah belajar berbagai macam rumus dan teori selama 23 tahun, maka bukan hal yang aneh lagi orang tersebut sudah dikatakan sanga ahli Fisika. Sama halnya dengan Giggs. Jadi kelebihan pertama dari seorang Giggs adalah ORANG YANG PALING PAHAM INTERNAL, FILOSOFI DAN UNITED WAYS
2) Selama 23 tahun itulah Ryan Giggs sudah mencatat ratusan laga bersama United di kancah EPL, itu artinya sudah banyak klub-klub Inggris yang menjadi "korban" dari Giggs dan kawan-kawan. bahkan kemungkinan tak hanya tim-tim yang berlaga di EPL saja, tim-tim dari divisi 1-3 sampai tim yang sudah gak keliatan lagi wujudnya *contoh : wimbledon :v sudah pernah menjadi korban United. Itu artinya GIGGS SUDAH MEMAHAMI ATMOSFER DAN KARAKTER BERMAIN ALA TIM-TIM INGGRIS DARI SELURUH DIVISI BAWAHAN F.A
3) Usia 40 tahun adalah sebuah usia yang sangat mustahil bagi seorang pemain sepak bola yang berlaga di liga inggris dimungkinkan untuk berlari ke arah gawang dengan ancaman dari tekel-tekel bek lawan, namun usia tersebut bukan halangan bagi Giggs untuk tetap bermain, dan pihak Manajemen United pun tak pernah berpikiran untuk "merumahkan" Giggs sebagai pemain United, tetapi sosok Giggs di United saat ini dan sebelum-sebelumnya adalah sebagai seorang SENIOR, PANUTAN, GURU, & BAPAK BAGI PEMAIN BELIA untuk itulah kenapa Giggs masih diperlukan di skuad "The Red Devil". Lihat bagaimana pengaruh Giggs di laga-laga penting ketika dia dimainkan, termasuk saat final UCL 2008 di Luzhniki, karena hanya sosok Giggs lah yang mampu mengerti atmosfer laga-laga panas dan sulit
Kelemahan dari seorang Ryan Giggs jika ditunjuk menjadi pelatih MU musim depan :
1) Meskipun sudah 23 tahun berseragam merah darah United bukan berarti sebutan pelatih profesional layak disandang Giggs ketika menjadi pelatih MU. Seperti yang saya sebutkan diatas, Giggs bahkan lebih layak disebut pelatih AMATIRAN ketika memimpin United kala mencukur Norwich City 4-0. Karena apa? karena sampai sekarang Giggs belum menyelesaikan "sekolah" untuk mendapatkan lisensi kepelatihan dari UEFA, bahkan untuk mencapai standar akreditasi seorang pelatih pun belum layak untuk menangani sebuah klub besar sebesar UNITED. Kalo belum dapet lisensi, pelatih tim tarkam pun bisa saja menjadi pelatih MU di sisa musim ini. Bahkan belum sekalipun Giggs pernah melatih sebuah tim. Untuk itulah kelemahan dari seorang Giggs adalah MINIM PENGALAMAN SEBAGAI SEORANG PELATIH2) Selain belum berpengalamandalam melatih, Giggs pun belum teruji dalam menghadapi klub-klub se-level United atau bahkan yang diatas United, seperti Real madrid, Chelsea, Barcelona dll. Inilah yang saya takutkan dari seorang giggs, meskipun dia adalah sosok yang kaya pengalaman sebagai pemain, namun bila pengalaman tersebut gagal di-implementasikan kedalam sebuah strategi dilapangan tentu justru akan menyulitkan Giggs dan MU untuk meraih kemenangan.
3) Usia 40-41 tahun adalah termasuk usia paling muda bagi seseorang untuk melatih sebuah klub yang berisikan pemain-pemain bintang dan pemain mahal. Seprti contoh seorang Andre Villas boas yang menjadi pelatih diusia 37 tahun, dia bahkan kewalahan ketika melatih klub sebesar Chelsea karena berisikan pemain yang usia nya tak jauh beda dengan AVB, contoh saja John Terry. Akhirnya karena tak mampu mengontrol ego pemain yang "seumuran" diruang ganti maka akhirnya AVB harus diusir dari Chelsea. Sama halnya dengan Giggs jika melatih United kelak. Karena didalam Skuad United sendiri ada beberapa pemain yang usia nya mendekati Ryan Giggs, contoh : Wayne Rooney, RVP. meskipun kedua pemain tersebut hampir memasuki kepala 3 sangat beresiko bagi Giggs untuk mengontrol ego mereka diruang ganti, apalagi Rooney dan RVP adalah pemain dengan Idealisme dan gengsi tingkat tinggi. Untuk itulah yang saya takutkan adalah MASIH TERGOLONG MUDA USIA GIGGS UNTUK MELATIH DAN KESULITAN DALAM MENGONTROL PEMAIN YANG BERUSIA 30 TAHUN KEATAS LANTARAN KESENJANGAN USIA YANG BERDEKATAN
Naaaah, itulah kelebihan dan kelemahan seorang Ryan Giggs..
next.
,
,
2. LOUIS VAN GAAL
Kelebihan dari seorang Louis Van Gaal jika ditunjuk menjadi pelatih MU musim depan :
1) *cek wikipedia* ternyata sudah 23 tahun LVG menjadi seorang pelatih, bahkan bukan tim ecek-ecek yang pernah dia latih, tercatat ada Barcelona, Bayern Muenchen, Ajax, AZ Alkmaar, dan saat ini Timnas Belanda. Sebuah bukti bahwa LVG adalah PELATIH TOP YANG PERNAH MELATIH KLUB-KLUB RAKSASA. hal inilah yang menjadi nilai tambah seorang LVG didalam CV nya. apalagi untuk melatih sebuah klub dengan ekspektasi besar seperti MU.
2) 23 tahun menjadi pelatih ditambah dengan gelar-gelar prestisius merupakan suatu nilai tambah yang membanggakan bagi seorang LVG. bukan hanya trofi liga, melainkan trofi-trofi prestisius termasuk salah satunya adalah liga champions (UCL). inilah mengapa United melirik LVG, ya karena jelas PRESTASI DAN GELAR dari seorang LVG
Kelemahan dari seorang Louis Van Gaal jika ditunjuk menjadi pelatih MU musim depan:
1 ) Sudah 23 tahun melatih klub-klub beken dan memenangi banyak gelar namun ada kekurangan yang menghinggap pada diri LVG, ya.. dia belum pernah sekalipun menjadi pelatih klub-klub inggris. sebuah kekurangan yang nampaknya harus dipertimbangkan pihak MU untuk merekrut LVG sebagai pelatih MU, apalagi di EPL adalah liga dengan kultur sepak bola yang kuat, yang terkenal dengan sebutan "kick n' rush" sebuah gaya sepak bola dengan bola-bola panjang, dan lebih mengintensifkan menyerang, tentu sudah terlihat bahwa LVG tentu kental dengan sepak bola ala "TOTAL FOOTBALL" nya. dan menjuarai banyak gelar dari 3 liga yang berbeda dengan cara tersebut, namun apakah gaya permainan tersebut sangat cocok dengan gaya bermain tim-tim inggris?? cocokah dengan filosofi United pasca peninggalan SAF?? cocok kah dengan materi pemain yang ada??
itulah yang menjadi kendala seorang LVG. APAKAH TOTAL FOOTBALL COCOK DENGAN UNITED DAN LIGA INGGRIS?
2) Ditambah lagi selain belum pernah melatih klub inggris adalah KENDALA BAHASA, PEMAHAMAN ANTAR KARAKTER PEMAIN & KARAKTER BERMAIN KLUB-KLUB INGGRIS. Dicemaskan LVG tak mampu mengontrol para pemain. Apalagi pemain yang susah diatur macam Rooney dan Luis Nani. Mungkin hanya SAF yang punya "kuasa" atas para "anak-anaknya" karena dia adalah "kepala suku" di United meskipun sudah pensiun. Apakah LVG mampu seperti SAF?
Naaah. itulah beberapa kelebihan dan kekurangan yang bisa saya sebutkan dari anatara 2 nama tersebut.
pertanyaannya :
1. siapakah yang akan dipilih keluarga Glazer selaku pemimpin M.U untuk mengarsiteki M.U kedepannya?
2. apakah keduanya mampu merubah United menjadi lebih baik dari musim ini?
3. siapkah United menerima kegagalan dalam merekrut pelatih untuk kedua kalinya?
itu semua akan terjawab tepat di bulan MEI, ditahun 2015.
dan pertanyaan itu akan terjawab mulai pekan ini, karena pihak manajemen United akan segera mengumukan siapa yang akan menjadi "juru strategi" di Old Trafford..
so liat saja akhir dari sejarah "pembangunan ulang" skuad Manchester United ini kedepannya.
WE LOVE UNITED, WE DO
segala hasil buruk, kami selaku fans layar kaca akan tetap mendukung siapa yang akan duduk dikursi nyaman berwarna merah dipinggir lapangan yang berhadapan langsung dengan tribun SIR ALEX FERGUSON STAND..
Ryan Giggs?? Louis Van Gaal??
saya sebagai penulis lebih menyukai LVG, karena reputasinya jelas terbukti dikancah internasional.
ada wacana bahwa diliriknya LVG oleh United adalah untuk mencegah RVP pergi dari United
untuk Giggs?? saya rasa dia perlu banyak belajar dulu, saya cemas dia tak kuat menghadapi tekanan mental seperti yang dialami David Moyes. Selain usianya yang masih tergolong muda untuk ukuran seorang pelatih, magnet nya untuk mendatangkan pemain-pemain mega bintang dirasa masih kurang.
untuk saat ini, Louis Van Gaal lebih pantas duduk di kuris nyaman warna merah di Old Trafford dengan Ryan Giggs yang duduk disampingnya :D
#GGMU








